Pembukaan Pelatihan Pengembangan Desa Siaga Aktif Angkatan III

 

Gombong, Bertempat di auditorium Bapelkes Prov. Jateng Kampus I, Selasa, 20 Februari 2018 telah dilakukan pembukaan Pelatihan Pengembangan Desa Siaga Aktif Angkatan III. Pembukaan pelatihan dilakukan oleh Plh. Kepala Bapelkes Provinsi Jawa Tengah, yang dalam hal ini adalah Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Sukamto, SKM,M.Kes.

Berdasarkan laporan ketua panitia penyelenggara yang dibacakan oleh Kepala Seksi Pelatihan, Atik Setyo Utami, SKM,M.Kes bahwa tujuan umum pelatihan ini adalah setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu melakukan penggerakan dan pemberdayaan masyarakat di desa siaga  sesuai dengan ketentuan. Adapun tujuan khususnya adalah setelah mengikuti pelatihan peserta diharapkan mampu menjelaskan tentang  Konsep Desa Siaga, melakukan survey mawas diri (SMD), melakukan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD), mengenali  faktor resiko masalah kesehatan, melakukan deteksi dini masalah kesehatan, melakukan upaya-upaya pemecahan masalah kesehatan di desa, melakukan upaya penanganan kegawatdaruratan  kesehatan secara sederhana sebelum dirujuk dan melakukan pencatatan dan pelaporan di desa siaga.

Pelatihan ini merupakan pelatihan yang dibiayai APBD Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2018 dengan jumlah peserta 175 orang terbagi dalam 5 angkatan @ 35 orang. Adapun untuk angkatan III berasal dari Kab. Banyumas, Kendal dan Pemalang dengan masing-masing tim desa terdiri dari  5 orang yaitu Kepala Desa, Ketua FKD, Ketua BPD dan 2 orang anggota FKD.

Pelatihan Pengembangan Desa Siaga Aktif angkatan III dilaksanakan selama 4 hari efektif 19 s/d 23. Narasumber pelatihan ini berasal dari Pejabat Struktural/Fungsional Khusus/Fungsional Umum yang kompeten di Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan Widyaiswara BPSDMD Provinsi Jawa Tengah, adapun sebagai Pengendali Pelatihan adalah Amiatiningsih

Dalam sambutan Plh. Kepala Bapelkes menyampaikan selamat datang kepada segenap peserta pelatihan. Selanjutnya Kepala Bapelkes menyampaikan sambutan Kadinkes Prov. Jateng diantaranya  bahwa pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan masyarakat untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi seluruh warga Negara Indonesia. Kondisi sehat merupakan salah satu karunia Tuhan yang patut senantiasa kita syukuri dan sehat juga merupakan hak asasi setiap individu yang harus dihargai serta merupakan investasi yang dapat meningkatkan produktifitas kerja, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Tantangan pembangunan kesehatan masa mendatang akan semakin berat dan kompleks serta pembiayaan kesehatan yang semakin tinggi. Hal ini terkait dengan adanya komitmen global dan adanya kebijakan nasional terkait dengan era demokratisasi serta permasalahan pertambahan penduduk yang semakin kurang terkendali, tentunya akan berdampak terhadap permasalahan kesehatan, sehingga dibutuhkan adanya perubahan arah kebijakan pembangunan kesehatan dari paradigma sakit menjadi paradigma sehat. Pemerintah telah menetapkan kebijakan paradigma sehat dengan menitik beratkan upaya promotif dan preventif melalui kegiatan keluarga sehat serta upaya pemberdayaan masyarakat yang dituangkan dalam pengembangan desa siaga.

Permasalahan kesehatan yang dihadapi di Provinsi Jawa Tengah yang masih perlu diprioritaskan dalam penanggulangannya antara lain meliputi tingginya Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI/AKB/AKABA), tingginya angka kesakitan penyakit menular seperti DBD, TB Paru, HIV/AIDS, Kusta, masih adanya  kasus gizi kurang dan  kasus gizi buruk, kecenderunagan meningkatnya penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes mellitus dan kanker serta masih rendahnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dalam upaya menanggulangi masalah kesehatan harus dilakukan secara komprehenship dengan melibatkan berbagai komponen yang terkait karena masalah kesehatan tersebut  bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat termasuk sektor swasta.

Pengembangan Desa Siaga  mempunyai nilai sangat strategis karena melibatkan penuh masyarakat sebagai subyek pembangunan sehingga dapat berfungsi sebagai motor penggerak pembangunan kesehatan. Desa Siaga merupakan upaya untuk memandirikan masyarakat dalam bidang kesehatan. Dalam pengembangan desa siaga  mencakup komponen Poliklinik Kesehatan Desa (PKD) yang merupakan upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang dibentuk dalam rangka menyediakan pelayanan dasar bagi masyarakat desa yang meliputi upaya promotif, preventif dan kuratif yang dilaksanakan oleh nakes (bidan), melibatkan kader dan tenaga sukarela lainnya. Selain itu ada komponen FKD (Forum Kesehatan Desa/Kelurahan) yang merupakan wadah dimana masalah-masalah kesehatan di desa dibahas dan dimusyawarahkan upaya pemecahannya. Komponen Desa Siaga lainya meliputi  upaya pelayanan kesehatan desa, surveilans berbasis masyarakat, gotong royong serta pembiayaan kesehatan.

Pencapaian desa siaga aktif di Jawa Tengah pada tahun 2016 menunjukan bahwa  baru 8,94% desa dengan Strata mandiri, 21,29% strata purnama,  43,32% strata madya dan 26,45% strata pratama.

Sehubungan dengan hal tersebut maka pada saat ini sangatlah tepat dilaksanakan pelatihan bagi kader kesehatan yang biasanya juga merupakan pengurus/anggota FKD, termasuk para kepala desa dan BPD karena motornya Desa Siaga adalah FKD itu sendiri. Apabila FKD berfungsi dengan optimal, ditunjang dengan komitmen Kepala Desa maupun stake holder lainnya yang tinggi maka desa siaga akan berjalan dengan baik.

Diakhir sambutannya Plh. Kepala Bapelkes mengucapkan selamat kepada peserta yang telah terpilih untuk mengikuti pelatihan ini dan berpesan untuk tetap menjaga kesehatan agar dapat mengikuti pelatihan dengan baik sehingga sepulang dari pelatihan ini peserta dapat menggerakkan Desa Siaga di wilayahnya masing-masing. Selain itu forum ini dapat  berfungsi menjadi tempat tukar informasi  masalah-masalah kesehatan serta merancang  upaya pemecahannya di tingkat desa. Pada kesempatan ini pula dilakukan penyematan tanda peserta secara simbolis oleh Plh. Kepala Bapelkes dilanjutkan foto bersama. (yOani)

About gombong

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*